Diagnosis Lebih Presisi dan Cepat dengan MRI 3 Tesla

Diagnosis Lebih Presisi dan Cepat dengan MRI 3 Tesla di Bethsaida Hospital

Teknologi pencitraan berperan penting dalam dunia medis. Perangkat yang mampu memindai dengan presisi dan menghasilkan kualitas gambar yang baik, akan memudahkan penegakan diagnosis, yang pada akhirnya membantu tim dokter untuk menentukan pengobatan yang paling tepat.

Salah satu perangkat pencitraan di bidang radiologi yang telah dikenal luas yaitu MRI (Magnetic Resonance Imaging), “MRI masih menjadi salah satu modalitas pencitraan penting untuk menilai berbagai kasus klinis yang membutuhkan detail tinggi,” ungkap dr. Thio Ananda Steven, Sp.Rad, Dokter Spesialis Radiologi Bethsaida Hospital Gading Serpong, Kamis (21/5/2026).

MRI menggunakan medan magnet, dengan satuan ukuran kekuatan Tesla. Makin tinggi nilai Tesla, makin kuat medan magnet yang dihasilkannya. Yang terbaru, telah hadir MRI 3 Tesla sehingga memungkinkan pemindaian yang lebih baik lagi.

MRI 3 Tesla SIGNATM Hero di Bethsaida Hospital Gading Serpong

MRI 3 Tesla SIGNATM Hero didukung teknologi berbasis Artificial Intelligence (AI) berupa AIRTM Recon DL dan Sonic DLTM memungkinkan sistem menyaring gangguan sinyal dan merekonstruksi citra medis dengan lebih tajam, meningkatkan akurasi diagnostik, serta mempercepat proses proses akuisisi, termasuk pada organ dengan pergerakan tinggi seperti jantung.

Hasilnya, dokter memperoleh visualisasi anatomi yang lebih detail dan cepat untuk mendukung diagnosis, penentuan terapi, hingga evaluasi tindak lanjut pasien. “Permasalahan dengan MRI yaitu waktu pemindaian yang tidak sebentar. MRI 3 Tesla menjawab tantangan ini,” ujar dr. Steven.

Tak hanya waktu pindai yang lebih singkat, MRI generasi terbaru ini juga memiliki desain yang lebih nyaman, dengan bore (lubang pemindaian) yang lebih luas, berdiameter 70 cm. “Ini lebih nyaman bagi pasien, khususnya mereka dengan klaustrofobia atau takut berada di tempat sempit,” imbuhnya.

Pemanfaatan MRI 3 Tesla

Dijelaskan oleh dr. Steven, MRI bisa digunakan untuk memindai seluruh tubuh, dari kepala hingga ujung kaki. Paling sering, antara lain, kasus neurologi seperti stroke, tumor otak, epilepsi, gangguan saraf, saraf terjepit, dan kelainan tulang belakang.

Salah satu tantangan utama dalam diagnosis penyakit neurologis, misalnya stroke akut dan tumor otak, adalah kebutuhan untuk bergerak cepat tanpa mengorbankan akurasi. Pada kondisi stroke, dokter berpacu dengan golden time, yakni periode krusial ketika diagnosis dan intervensi harus dilakukan sesegera mungkin untuk meminimalkan kerusakan permanen.

Ditegaskan oleh dr. Steven, pada kasus stroke, diagnosis dan tatalaksana yang cepat sangat penting. “Kita berpacu dengan golden time. Dengan hasil pencitraan yang lebih cepat dan detail, keputusan klinis juga bisa dilakukan lebih tepat sehingga luaran pasien berpotensi lebih baik,” ujarnya.

MRI juga banyak digunakan untuk kasus muskuloskeletal atau ortopedi. Pencitraan beresolusi tinggi dibutuhkan untuk melihat ligamen, tendon, sendi, tulang rawan, serta berbagai cedera olahraga. Hal ini sangat relevan terutama di kawasan urban seperti Gading Serpong, yang memiliki aktivitas olahraga cukup tinggi.

Cedera bahu, lutut, panggul, hingga pergelangan kaki membutuhkan evaluasi detail agar penanganan tidak terlambat atau keliru. MRI 3 Tesla akan membantu dokter menilai kondisi sendi, ligamen, tendon, otot, tulang rawan, cedera olahraga, robekan ligamen lutut, cedera meniskus, nyeri bahu, nyeri lutut, dan nyeri punggung dengan gambar yang lebih jelas.

Demikian pula untuk kasus jantung dan pembuluh darah. “MRI 3 Tesla dapat membantu mengevaluasi struktur dan fungsi jantung, gangguan otot jantung, peradangan otot jantung, gangguan katup, bekas serangan jantung, hingga kelainan jantung bawaan tertentu,” tambahnya.

Kebutuhan akan pencitraan detail juga semakin besar pada kasus onkologi. Pada kanker, visualisasi yang tajam dapat membantu dokter menilai ukuran lesi, melihat keterlibatan jaringan di sekitarnya, serta mendukung perencanaan terapi yang lebih akurat, termasuk untuk tindakan bedah atau pemantauan lanjutan.

Direktur Bethsaida Hospital Gading Serpong, dr. Margareth Aryani Santoso, MARS, mengatakan bahwa penguatan layanan diagnostik menjadi bagian dari upaya rumah sakit dalam menjawab kebutuhan pasien terhadap layanan kesehatan yang semakin presisi dan modern. “Kehadiran MRI 3 Tesla SIGNATM Hero merupakan komitmen kami untuk menghadirkan layanan diagnostik yang mutakhir, modern, dan berorientasi pada keamanan serta kenyamanan pasien. Teknologi ini membantu menegakkan diagnosis pada kasus-kasus kompleks seperti gangguan saraf, jantung, ortopedi, hingga onkologi,” pungkasnya. (nid)