minyak ikan pengaruhi obat hipertensi
minyak ikan turunkan tekanan darah

Minyak Ikan Pengaruhi Obat Hipertensi: Bagaimana Cara Konsumsi Yang Benar

Minyak ikan adalah salah satu suplemen yang terbukti bermanfaat untuk kesehatan jantung. Demikian juga dengan obat hipertensi. Namun saat dikonsumsi bersamaan efek penurunan tekanan darah bisa tidak seperti yang diharapkan. 

Mengombinasikan suplemen minyak ikan dengan obat-obatan penurun tekanan darah (antihipertensi) berpotensi menyebabkan tekanan darah Anda turun terlalu rendah, terutama bila minyak ikan dosis tinggi. 

Namun perlu dicatat, karena efek penurunan tekanan darah dari minyak ikan hanya sedikit, di banyak kasus, Anda dapat mengonsumsi keduanya dengan aman, jika direkomendasikan oleh dokter. 

Minyak ikan turunkan tensi darah

Suplemen minyak ikan merupakan salah satu sumber asam lemak omega-3 (lemak sehat). Di Journal of the American Heart Association (JAHA) disebutkan bila omega-3 memiliki beragam manfaat untuk jantung, termasuk menurunkan tekanan darah.  

Asam lemak omega-3 membantu melebarkan pembuluh darah - punya efek vasodilatasi. Ini akan menurunkan tekanan darah dan membuat jantung lebih mudah memompa darah ke seluruh tubuh. 

Riset di JAHA tersebut menjelaskan efek penurunan tekanan darah didapatkan setelah konsumsi sekitar 3 gram minyak ikan per hari. Namun, efek minyak ikan pada tensi darah kadang hanya sedikit. 

Pada beberapa penelitian, salah satunya oleh Gabriele Brosolo, et al, minyak ikan menurunkan tekanan darah sistolik hingga 3 mmHg dan diastolik sekitar 1,5 mmHg. Meskipun penurunan tekanan darah yang lebih besar diamati ketika dosis minyak ikan ditingkatkan di atas 3 gram.     

Interaksi dengan obat antihipertensi

Saat ini belum ada bukti yang menunjukkan adanya interaksi langsung antara minyak ikan dan obat penurun hipertensi. 

Mengonsumsi keduanya secara bersamaan/dalam waktu berdekatan akan menurunkan tekanan darah. Walau efek ini mungkin yang Anda inginkan, tetapi mengonsumsinya bersamaan berpotensi menyebabkan tekanan darah Anda terlalu rendah.  

Beberapa contoh obat antihipertensi yang kerap diresepkan antara lain beta blocker (propanolol), penghambat ACE (lisinopril) dan diuretik. 

Risiko tekanan darah rendah terutama jika Anda mengombinasikan minyak ikan dengan obat antihipertensi tanpa rekomendasi dokter, dan saat dosis minyak ikan lebih dari 3 gram per hari. 

Menurut American Heart Association tekanan darah sistolik turun hingga 4 mmHg pada individu yang mengonsumsi 5 gram minyak ikan per hari. 

Jika Anda merasakan keliyengan, pusing, atau seperti akan pingsan setelah mengonsumsi minyak ikan dan obat hipertensi, ini adalah tanda tekanan darah Anda terlalu rendah. 

Mengonsumsinya secara aman

Cara terbaik mengonsumsi suplemen minyak ikan dengan aman dan mengelola tekanan darah adalah dengan terus memantau kadar tekanan darah Anda, serta segera berkonsultasi dengan dokter/farmasis jika menyadari adanya gejala tekanan darah rendah. 

Tips lain mengonsumsi minyak ikan dan obat tekanan darah meliputi: 

  1. Jika Anda sedang mengonsumsi obat antihipertensi, batasi suplemen minyak ikan maksimal 3 gram per hari, atau kurang. Dosis yang lebih tinggi menyebabkan penurunan tekanan darah yang lebih signifikan. 
  2. Pertimbangkan sumber makanan yang mengandung minyak ikan sebagai pengganti suplemen. 
  3. Jika Anda alergi pada ikan atau kerang, pilihlah sumber omega-3 nabati dari biji-bijian dan kacang-kacangan, atau buah alpukat dan jambu biji. (jie)