Obat Alami  Penangkal  Diabetes | OTC Digest

Obat Alami Penangkal Diabetes

Penyakit kencing manis dapat menyebabkan komplikasi serius. Sejumlah tanaman obat /herbal dapat dimanfaatkan untuk mengobati.

Data Kementrian Kesehatan RI menyebutkan, di wilayah padat penduduk seperti perkotaan, diabetes menjadi penyebab kematian kedua pada penduduk usia 45-54 tahun.  Hal ini diduga kuat berkaitan dengan gaya hidup  tidak sehat. Seperti  rendahnya  konsumsi sayur dan buah, kurang olahraga, obesitas, hipertensi, merokok, hiperglikemia, hiperkolesterol dan alkohol.

Gejala ringan tahap awal, sering  tidak dirasakan penderita dan baru diketahui setelah pemeriksaan laboratorium. Gejala yang muncul seperti haus, sering kencing, berat badan turun tanpa sebab, rasa lapar, badan lemas, gatal, kesemutan, mata kabur, kulit kering dan  gairah seks menurun.

Dr. Agus Rahmadi dari Klinik Sehat di Jakarta menjelaskan, penderita diabetes mengalami kerusakan pada sel-sel di pankreas. Untuk mengatasinya, perlu nutrisi spesifik untuk memperbarui sel pankreas yang rusak. Misalnya asam amino arginin yang banyak terdapat pada kacang panjang dan jinten hitam (Nigella sativa).

“Fungsi pankreas yang baik, akan mendukung turunnya HbA1C (nilai rerata gula darah dalam 3 bulan),” ujarnya.

 

Kayu Manis (Cinnamomum zeylanicum)

Studi yang dilakukan Richard A. Anderson, Ph.D., CNS, dari  Beltsville Human Nutrition Research Center (BHNRC)  Pakistan menyebutkan,  cinnamon (kayu manis) dapat menurunkan gula darah, trigliserid dan kolesterol LDL pada penderita DM tipe 2.

Penelitian lain yang dilakukan Crawford dkk, tahun 2009 menunjukkan pemberian 1 gram cinnamon selama 90 hari dapat menurunkan HbA1c sebesar 0,83 % lebih tinggi dari kelompok kontrol yang hanya 0,37%.

Kayu manis akan meningkatkan kepekaan insulin terhadap perubahan karbohidrat, sehingga dapat menstabilkan gula darah. Herbal ini aman digunakan dalam jangka panjang. Untuk menurunkan dan menjaga kestabilan gula darah sebaiknya digunakan 500 mg ekstrak setiap hari.

 

Sambiloto (Andrographis paniculata)

Penelitian oleh Elin Yulinah, dkk  dari Jurusan Farmasi FMIPA ITB (2001) menyebutkan, ekstrak etanol sambiloto mampu menurunkan gula darah pada hewan uji. Penelitian oleh Soediro Soetarno, dkk dari institusi yang sama (2000) menyebutkan,  ekstrak etanol dan air menunjukkan aktivitas hipoglikemik (menurunkan gula darah) secara bermakna; ekstrak air memberikan aktivitas yang lebih tinggi.

 

Jinten Hitam (Nigella sativa)

Tanaman ini memiliki efek sebagai pereda nyeri, antiinflamasi, antihistamin, anti allergi, antioksidan, dsb. Untuk kasus diabetes, menurut dr. Agus Rahmadi, jinten hitam mengandung asam amino esensial arginin yang berperan merangsang regenerasi sel pankreas.

 

Mengkudu (Morinda citrifolia)

Dikenal juga dengan nama pace atau noni. Buah ini diketahui memiliki khasiat mengatasi penyakit diabetes melitus. Penelitian  preklinis yang dilakukan Prof. Dr. Sumali Wiryowidagdo, Apt dari  Departemen Farmasi Universitas Indonesia, menyebutkan, mengkudu mengandung senyawa aktif  proxeronine yang befungsi memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Dalam jangka panjang, mengkudu dapat menjaga stabiltias tekanan darah normal dan menurunkan gula penderita diabetes.

 

Pare  (Momordica charantia L.)

Riset di banyak negara menyebutkan, pare dapat menurunkan kadar gula darah pada hewan uji, baik yang sehat maupun yang dibuat sakit gula. Buah pare antara lain mengandung saponin, flavonoid, dan polifenol (antiosidan kuat).

Efek pare bekerja dengan mencegah usus menyerap gula yang dikonsumsi. Pare memiliki komponen yang menyerupai sulfonylurea (obat antidiabetes). Obat jenis ini menstimulasi sel beta kelenjar pankreas tubuh memroduksi insulin lebih banyak. Tapipenggunaan ekstrak pare tidak dianjurkan untuk  ibu hamil, anak-anak dan orang dengan  kadar gula darah rendah. (her)