Cacar api (herpes zoster) menyebabkan kesakitan hebat, bahkan berbulan – bulan setelah sembuh keluhan nyeri tetap tinggal. Cacar api bisa memperburuk kondisi pasien penyakit kardiovaskular, seperti gagal jantung.
Penderita penyakit jantung, dan mereka yang berusia 50 tahun lebih berisiko lebih besar terkena cacar api – disebut juga cacar ular atau dompo oleh masyarakat Jawa. Faktanya, 9 dari 10 sudah memiliki virus penyebab cacar api (virus varicella-zoster; virus yang sama penyebab cacar air).
Lebih dari sekedar ruam, cacar api tidak hanya ditandai dengan nyeri hebat, tetapi juga berisiko menimbulkan komplikasi jangka panjang, seperti neuralgia pascaherpetik (NPH), yang berdampak pada kualitas hidup dan meningkatkan beban sistem kesehatan.
Dr. Ade Meidian Ambari, Sp. JP(K), PhD, Ketua Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PP PERKI) menyampaikan “Pencegahan cacar api sama pentingnya dengan menjaga kesehatan jantung itu sendiri, mengingat kondisi jantung yang sudah melemah dapat meningkatkan kerentanan terhadap infeksi, termasuk cacar api.”
Cacar api sejatinya adalah reaktivasi virus varicella-zoster yang selama ini dorman (tidak aktif) di ujung-ujung saraf setelah kita sembuh dari cacar air bertahun-tahun lalu. Dipicu oleh sistem imun yang lemah.
Pasien jantung disebut kelompok berisiko tinggi karena penyakitnya menyebabkan kondisi yang berat bagi si pasien. Ia juga mengalami penurunan imunitas, membuatnya lebih gampang terkena cacar api (peningkatan risiko hingga 34%).
Risiko bisa bersifat langsung atau tidak langsung. “Komplikasi tersering adalah NPH, itu sakit sekali dan itu pasti berpengaruh. Tidurnya kurang, tensinya naik, fungsi pompa jantungnya terganggu.”
“Pada pasien gagal jantung misalnya, fungsi pompa jantung hanya setengah dari normal. Oleh karena itu kita bikin tensinya rendah, nadinya rendah, supaya pompa jantung kerjanya lebih teratur, lebih lambat. Bisa dibayangkan kalau dia kena cacar api, ada nyeri saraf, yang terjadi tensinya naik, nadinya naik, bisa gagal jantung akut. Jantungnya tidak kuat untuk kebutuhannya sehingga paru-parunya banjir, sesak napas dia,” urai dr. Ade.
Selain itu ada komplikasi tidak langsung, di mana inflamasi (peradangan akibat infeksi) berdampak pada dinding pembuluh darah, plak menjadi tidak stabil dan akhirnya pecah, terjadi serangan jantung/stroke (kasus ini lebih jarang terjadi).
“Selain itu komponen darahnyapun menjadi lebih kental, lebih mudah terjadi sumbatan. Hal-hal yang memberatkan ini harus dicegah. Vaksinasi (herpes zoster) akan membantu pasien kardiovaskular menjaga kualitas hidupnya,” dr. Ade menjelaskan dalam acara Shingles Action Week 2026, di Jakarta (28/4/2026).
Nyeri tajam vs nyeri tumpul
Ada perbedaan mendasar antara nyeri akibat serangan jantung dengan nyeri karena cacar api. Dr. dr. Vito A. Damay, SpJP(K), MKes, menjelaskan nyeri karena cacar api itu khas, nyeri tajam seperti terbakar, tertusuk atau seperti tersetrum.
“Bahkan beberapa orang menggambarkan nyeri yang lebih sakit dibanding saat melahirkan. Ada ruam (lentingan) di satu sisi badan saja (muncul beberapa hari kemudian),” katanya.
Cacar api menyebabkan rasa sakit yang tak tertahankan. Nyeri bisa berlangsung selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan.
“Kalau serangan jantung, nyeri tumpul seperti ditekan benda berat, ada sesak napas, menjalar sampai ke lengan, dagu atau punggung belakang, keringat dingin. Dan nyeri itu tiba-tiba muncul, bukan berangsur-angsur.”
Perubahan gaya hidup dan vaksinasi
Mencegah munculnya cacar api sangat penting bagi kelompok rentan ini. Pada dasarnya pencegahan dilakukan dengan meningkatkan imunitas. Yakni melalui perubahan gaya hidup, seperti olahraga teratur, cukup tidur, tidak merokok / konsumsi miras, perbanyak konsumsi serat (buah dan sayur), serta lemak sehat.
Vaksinasi herpes zoster memiliki efikasi >90% pada pasien di atas usia 50 tahun, dan manfaat perlindungannya bertahan hingga 10 tahun setelah vaksinasi. Vaksin sudah bisa diberikan sejak usia 18 tahun ke atas (misalnya untuk pasien kardiovaskular muda atau < 50 tahun). (jie)
Baca juga: Herpes Zoster Menyerang 1 Dari 3 Orang Dewasa





