Dengue masih jadi masalah besar di Indonesia. “Dengue masih menjadi penyakit komunitas nomor satu, bahkan melampaui HIV dalam hal kematian. Dengan perubahan iklim, beban dengue semakin meningkat,” ujar dr. Fajar S.M. Silalahi dari Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes RI.
Data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mencatat hingga 14 April 2026 terdapat 30.465 kasus infeksi dengue, dengan incidence rate sebesar 10,6 per 100.000 penduduk. Dalam periode yang sama, tercatat 79 kematian dengan case fatality rate sebesar 0,3%. Dari sisi klasifikasi klinis, kasus terdiri dari 10.138 demam dengue (DD), 19.877 demam berdarah dengue (DBD), dan 450 dengue shock syndrome (DSS), yang merupakan bentuk paling berat. Penyebaran kasus pun luas, mencakup 401 kabupaten/kota di 29 provinsi.
Dengue tak hanya mengancam anak-anak. Sepanjang 2026, dengue menimbulkan dampak yang signifikan terutama pada kelompok usia produktif. Menurut Ketua Umum PERDOKI, dr. Agustina Puspitasari tempat kerja adalah titik emas intervensi. “Seseorang bisa saja terkena infeksi dengue di kantor, lalu membawa virus itu pulang ke rumah. Atau sebaliknya, ia terinfeksi di rumah, membawa virus ke kantor, dan menularkan ke rekan kerjanya,” tuturnya.
Pekerja yang terinfeksi dengue dapat kehilangan waktu kerja hingga lebih dari satu minggu, belum termasuk masa pemulihan. “Jika banyak pekerja terkena dengue, absensi meningkat, produktivitas menurun, dan biaya pengobatan juga tinggi. Perusahaan perlu mempertimbangkan analisis cost-benefit untuk menentukan kelompok berisiko tinggi yang perlu diprioritaskan untuk vaksinasi,” jelasnya.
SIAP (Sinergi Aksi Perusahaan) Lawan Dengue hadir sebagai pendekatan kolaboratif yang mendorong peran aktif dunia usaha dalam pencegahan dengue. Melalui platform ini, perusahaan didorong untuk membangun kesadaran internal, memperkuat pengendalian lingkungan kerja, serta mengintegrasikan perlindungan kesehatan karyawan ke dalam kebijakan perusahaan. Sebagai one-stop platform, SIAP Lawan Dengue juga memudahkan perusahaan terhubung dengan fasilitas layanan kesehatan dan mitra pendukung, sehingga upaya pencegahan dapat dilakukan secara lebih terstruktur dan berkelanjutan.
Sejak diluncurkan pada 2024, lebih dari 60 perusahaan telah mengambil langkah nyata dalam melindungi karyawan dari risiko dengue, mulai dari edukasi hingga implementasi strategi pencegahan yang lebih komprehensif. Inisiatif ini tidak hanya memperkuat perlindungan individu, tetapi juga membangun standar baru dalam kesehatan kerja di Indonesia.
Dukungan juga datang dari Koalisi Bersama (KOBAR) Lawan Dengue yang terus mendorong sinergi lintas sektor. Ketua KOBAR Lawan Dengue, dr. H. Suir Syam, menegaskan bahwa komitmen bersama menjadi kunci untuk mencapai target nol kematian akibat dengue pada 2030. Dengan dukungan berbagai pihak—mulai dari Kementerian Kesehatan, Kementerian Ketenagakerjaan, KADIN, PERDOKI, hingga sektor industri seperti Takeda dan Bio Farma—upaya pencegahan dengue kini bergerak ke arah yang lebih terintegrasi.
Vaksin, yang secara global telah mencegah 3,5 hingga 5 juta kematian setiap tahun, menjadi salah satu komponen penting dalam strategi ini. Namun demikian, pengendalian dengue tatap harus dilakukan secara menyeluruh pada tiga aspek utama: lingkungan, vektor, dan manusia. Upaya 3M Plus tetap menjadi fondasi penting, termasuk mencegah gigitan nyamuk, sementara vaksinasi menjadi bagian dari perlindungan pada aspek manusia. “Intervensi ini harus berjalan beriringan. Vaksin bukan berarti bebas risiko, karena vektor masih ada di sekitar kita,” tambah dr. Fajar.
Presiden Direktur PT Takeda Innovative Medicines, Andreas Gutknecht, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mengatasi dengue. “Dengue bukan hanya berdampak pada kesehatan keluarga, tetapi juga pada perekonomian dan kesejahteraan. Kita membutuhkan gerakan luas. Perusahaan memiliki peran penting untuk menjangkau lebih banyak individu dan membangun perlindungan yang lebih luas di masyarakat,” ujarnya. Ia juga berharap dalam lima hingga sepuluh tahun ke depan, SIAP Lawan Dengue dapat memberikan kontribusi signifikan dalam menekan beban penyakit ini. (nid)





