Jangan Kalap, Awas Kolesterol Naik sehabis Lebaran
lebaran_kolesterol_naik

Jangan Kalap, Awas Kolesterol Naik sehabis Lebaran

Siapa yang tidak ngiler melihat ketupat, rendang, opor ayam, dan sayur godog tersaji di meja makan saat Idul Fitri tiba – dengan aroma yang menguar. Belum lagi aneka kukis seperti nastar dan putih salju. Semua makanan itu memang sangat lezat, tapi sayangnya tinggi kalori, lemak, gula, dan karbohidrat sederhana. Bila tidak direm, bisa-bisa kadar gula darah dan kolesterol naik sehabis Lebaran.

Memang, tidak mungkin menghindari makanan khas Lebaran. Namun ada baiknya kita lebih ‘mindful’ saat mengonsumsinya. Bila dipikir-pikir, kita bisa makan ketupat dkk lebih dari tiga kali dalam sehari. Bisa dibayangkan, kalori, lemak, dan karbohidrat yang kita konsumsi dalam sehari pasti berlebihan, jauh melebihi kebutuhan kita. Tak heran bila kolesterol tinggi menjadi masalah kesehatan yang kerap muncul seusai momen Lebaran.

Bahaya Kolesterol Naik

Tingginya kadar kolesterol bisa membawa dampak jangka panjang yang serius terhadap kesehatan. “Kolesterol tinggi merupakan faktor risiko penting untuk diperhatikan karena berkaitan langsung dengan peningkatan risiko terjadinya plak di dalam pembuluh darah, penyebab utama penyumbatan pembuluh darah,” terang dr. Abi Noya dari Alodokter.

Kondisi tersebut bisa memicu terjadinya serangan jantung atau stroke. “Jadi, penting bagi kita untuk mengendalikan kadar kolesterol terutama pada masa liburan yang mungkin diisi dengan makanan yang tidak sehat," imbuhnya.

Di samping pola makan yang tidak sehat, kurangnya aktivitas fisik selama libur Lebaran turut berkontribusi terhadap naiknya kadar kolesterol. Ini adalah duet maut yang bisa membahayakan kesehatan kita. Kurangnya aktivitas fisik tidak hanya menghambat metabolisme tubuh dalam mengelola lemak, tetapi juga berkontribusi pada penumpukan kolesterol jahat dalam pembuluh darah. Inilah yang membuka pintu bagi berbagai penyakit kardiovaskular.

Sebagai informasi, yang dimaksud di sini adalah kolesterol jahat LDL, yang berasal dari makanan yang tinggi lemak jenuh seperti daging merah dan santan. Santan tidak mengandung kolesterol karena merupakan bahan nabati. Namun, santan mengandung asam lemak jenuh yang cukup tinggi. Asam lemak jenis ini akan memicu tubuh untuk memproduksi LDL. Itu sebabnya, kolesterol naik bila kita terlalu banyak makan makanan yang berlemak.

Tubuh kita membutuhkan lemak, tapi jenisnya yang harus diperhatikan. Yang dibutuhkan tubuh adalah lemak sehat, yaitu asam lemak tak jenuh (tunggal maupun ganda). Asam lemak tak jenuh tunggal banyak terdapat pada kacang-kacangan pohon (mete, kenari, walnut), biji-bijian (kuaci, wijen), dan ikan.

Mencegah Gula Darah dan Kolesterol Naik

Berikut ini tips dari dr. Abi untuk mencegah kolesterol naik saat Lebaran.

1. Batasi makanan tinggi lemak

Makanan yang mengandung tinggi lemak jenuh seperti daging merah, gorengan, dan makanan bersantan boleh dikonsumsi, tapi jangan berlebihan. “Memang berbagai masakan daging merah seperti rendang atau balado daging sering jadi favorit. Namun jangan berlebihan,” ujarnya.

2. Batasi makanan dan minuman manis

Hindari terlalu banyak mengonsumsi makanan dan minuman manis, seperti kue-kue kering, minuman bersoda, atau minuman manis dalam kemasan. Kumpul keluarga tetap menyeanngkan kok dengan airputih atau es teh tawar saja.

3. Makanan sehat jangan dilupakan

Sisipkanlah makan sehat di antara hidangan khas Lebaran, “Selingi dengan

makanan tinggi serat, seperti buah, kacang, dan biji-bijian.” Buah potong, kacang mete panggang, salad, atau asinan bisa menjadi cemilan sehat saat ngobrol santai dengan keluarga besar.

4. Tetap berolahraga

Selain memperhatikan asupan makanan, penting juga untuk tetap aktif secara fisik. “Sempatkan waktu untuk berolahraga setiap hari, bahkan dalam intensitas ringan seperti berjalan kaki," pungkas dr. Abi.

5. Lakukan sejak Ramadan

Alangkah baiknya bila upaya menjaga kadar kolesterol dilakukan sejak sebelum Lebaran, yaitu ketika berpuasa di bulan Ramadan. Terutama mereka yang memang memiliki gangguan kolesterol tinggi. Layanan telemedisin bisa dimanfaatkan untuk berkonsultasi secara langsung dengan dokter, tanpa perlu repot ke RS atau klinik.

Tentu, kita tidak ingin momn Idul Fitri berbuah malaptaka gara-gara kolesterol naik. Yuk, lebih memperhatikan pola makan, dan tetap berolahraga. (nid)