Vaksin Dengue untuk Anak Kini bisa Diberikan sejak Usia 4 Tahun | OTC Digest

Vaksin Dengue untuk Anak Kini bisa Diberikan sejak Usia 4 Tahun

Bagi orang tua, musim hujan tak hanya menyebabkan kekhawatian soal banjir, tapi juga penyakit “langganan” demam berdarah dengue (DBD). yang perlu diwaspadai yaitu hari cerah di antara hari-hari hujan. “Ketika hari-hari cerah inilah nyamuk bertelur di genangan-genangan air, lalu larva menetas,” ungkap Ketua Umum Pengurus Pusat PAPDI, Dr. dr. Eka Ginanjar, SpPD, K-KV, FINASIM, FACP, FICA, MARS, SH.

Ia melanjutkan, dapat terjadi sepanjang tahun tanpa memandang musim. Dengue bukan hanya persoalan klinis, tetapi juga tantangan kesehatan masyarakat yang berdampak luas. “Penyakit ini dapat terjadi sepanjang tahun, meski pada musim hujan risiko penularannya meningkat dan fasilitas kesehatan kembali berpotensi menghadapi lonjakan kasus,” paparnya, dalam edukasi media bertajuk di Jakarta, yang didukung oleh PT Takeda Innovative Medicines, Rabu (4/2/2026).

DBD disebabkan oleh virus, sehingga tidak ada obatnya. Obat-obatan serta cairan infus bersifat suportif, agar kondisi pasien tidak memburuk. Yang paling mengkawatirkan dari dengue yaitu terjadinya syok (rejatan) dan perdarahan. Hal inilah yang bisa menyebabkan kondisi fatal bahkan kematian. Itu sebabnya pada kasus dengue berat, diperlukan perawatan intensif di RS.

Vaksin Dengue untuk Anak sejak Usia 4 Tahun

Dengue bisa menyerang segala usia, dari anak hingga lansia. Kasus terbanyak terjadi di kelompok usia 14 -45 tahun. “Namun, yang paling banyak meninggal itu usia di bawah 14 tahun. Angkanya 53%,” ujar Prof. DR. dr. Hartono Gunardi, Sp.A, Subsp. TKPS, Ketua Satgas Imunisasi Anak Ikatan Dokter Indonesia (IDAI).

Ia menegaskan pentingnya peran orang tua dalam melindungi anak dari dengue, terutama di musim hujan saat risiko penularan meningkat. Kenali dan pantau terus kondisi anak bila ia demam lebih dari tiga hari. “Pada demam berdarah dengue, terdapat fase kritis dimana kondisi anak dapat memburuk dengan cepat dan bila tidak cepat dikenali dan ditanggulangi dapat berakibat fatal. Karena itu, demam berdarah dengue tidak boleh dianggap sebagai demam biasa,” jelas Prof. Hartono.

Demam dengue memiliki siklus khas pelana kuda. Pada hari keempat demam turun, namun inilah fase kritisnya. Pada saat ini bisa terjadi syok dan perdarahan hebat. Karenanya, sangat penting untuk mencatat kapan anak muai demam. Jangan sampai ia jatuh ke fase kritis tanpa mendapat pertolongan di RS.

Salah satu ciri khas demam akibat dengue yaitu demam tinggi yang muncul mendadak. “Misalnya pagi anak masih sekolah, lalu sorenya tiba-tiba demam tinggi. Hati-hati,” ujarnya. Terlebih bila demam tak kunjung turun, atau hanya turun sebentar lalu naik lagi meski sudah diberi obat pereda demam.

Kenali pula tanda bahaya dengue. “Misalnya sakit kepala, sakit di belakang mata, mimisan, dan sakit perut. Perut kanan atas terasa sakit kalau dipegang karena terjadi pembesaran hati. Kalau muncul tanda-tanda seperti ini, segera bawa anak ke RS,” tandasnya.

Tentu saja, pencegahan adalah langkah terbaik. Selain dengan upaya 3M Plus, orangtua juga bisa menambah perlindungan dengan vaksinasi. “Vaksin dengue kini direkomendasikan untuk anak sejak usia 4 tahun hingga 18 tahun,” ujar Prof. Hartono. Sebelumnya, vaksin ini bisa mulai diberkan sejak usia 6 tahun. Namun, penelitian terus berkembang, dan ditemukan bahwa vaksin dengue aman serta efektif untuk diberikan sejak usia 4 tahun.

Vaksin dengue belum ditanggung oleh pemerintah. Namun, proyek percontohan vaksinasi telah dilakukan di beberapa Sekolah Dasar di Kalimantan Timur. (nid)