Menyusui, Risiko Diabetes Turun Setengahnya | OTC Digest
menyusui_diabetes

Menyusui, Risiko Diabetes Turun Setengahnya

Makin kuat lagi alasan untuk menyusui. Berbagai manfaat menyusui, baik bagi ibu maupun bayi, trlah dibuktikan oleh banyak penelitian. Kini, manfaatnya tambah lagi: risiko ibu mengalami diabetes tipe 2 (DM2) turun hingga setengahnya. Ini berdasarkan penelitian Kaiser Permanente, yang dipublikasi di jurnal ilmiah JAMA Internal Medicine. Kaiser Permanente adalah konsorsium perawatan kesehatan terpadu yang terbesar di Amerika Serikat (AS).

“Kami menemukan hubungan yang sangat kuat antara durasi menyusui dan risiko diabetes yang lebih rendah, bahkan setelah memperhitungkan semua kemungkinan faktor risiko perancu,” ujar penulis utama studi, Erica P. Gunderson, Ph.D, MS, MPH.

Mereka menganalisis data selama 30 tahun follow up dari studi CARDIA (Coronary Artery Risk Development in Young Adults). Ini adalah penyelidikan nasional multi-center mengenai faktor risiko penyakit kardiovaskular (jantung dan pembuluh darah) yang aslinya melibatkan sekitar 5.000 orang usia 18-30 tahun pada 1985-1986. Namun khusus untuk riset terkait menyusui dan DM2, studi ini meliputi 1.238 perempuan yang tidak memiliki diabetes ketika mereka mengikuti CARDIA, atau sebelum kehamilan berikutnya.

(Baca juga: Berikan ASI dari Satu Payudara dalam Sekali Menyusui

Selama 30 tahun berikutnya, tiap perempuan memiliki setidaknya melahirkan satu kali, dan secara rutin diskrining untuk diabetes dengan protokol CARDIA, yang mencakup kriteria skrining diagnostik untuk diabetes. Para partisipan juga melaporkan perilaku gaya hidup (seperti diet dan aktivitas fisik) serta total berapa lama mereka menyusui.

Ditemukan bahwa perempuan yang menyusui selama enam bulan atau lebih di semua kelahiran memiliki penurunan 47% terhadap risiko DM 2, dibandingkan mereka yang tidak menyusui sama sekali. Perempuan yang menyusui selama enam bulan atau kurang memiliki 25% penurunan risiko diabetes.

 “Insiden diabetes menurun secara bertahap seiring meningkatnya durasi menyusui, terlepas dari ras, diabetes gestasional, gaya hidup, ukuran tubuh, dan faktor risiko metabolik lain yang diukur sebelum kehamilan. Yang berarti bahwa mekanisme yang mendasarinya  mungkin bersifat biologis,” tutur Gunarson. Beberapa mekanisme biologis yang masuk akal kemungkinan menjadi efek protektif dari menyusui. Termasuk pengaruh dari hormon terkait laktasi pada sel-sel pankreas yang mengontrol kadar insulin darah, sehingga memengaruhi gula darah.

(Baca juga: Ibu HIV bisa Menyusui

Studi-studi terdahulu mengenai menyusui, mengandalkan laporan pribadi kemunculan diabetes dan mulai mengikuti perempuan yang lebih tua di kemudian hari. Sedangkan studi ini secara spesifik mengikuti perempuan selama masa subur, dan melakukan skrining diabetes secara berkala, sebelum dan setelah kehamilan. Juga dinilai risiko metabolik sebelum kehamilan, termasuk obesitas, glukosa puasa dan insulin, gaya hidup, dan riwayat diabetes di keluarga.

Temuan CARDIA konsisten dengan SWIFT (Study of Women, Infant Feeding and Type 2 Diabetes after GDM Pregnancy) yang juga diketuai oleh Gunderson. Studi ini mencakup skrining biokimia rutin untuk diabetes pada perempuan yang mengalami diabetes gestasional (diabetes kehamilan) dari periode awal setelah persalinan hingga bertahun kemudian.

Ibu, makin semangat menyusui ya! (nid)

 

Sumber: Science Daily

___________________________________________________________________

Ilustrasi: Pixabay.com