Hubungan Intim Rentan Sebabkan Infeksi Saluran Kemih | OTC Digest

Hubungan Intim Rentan Sebabkan Infeksi Saluran Kemih

Bolak-balik ke kamar kecil, buang air kecil terasa tidak tuntas, ada rasa perih saat berkemih. Ini adalah tanda-tanda infeksi saluran kemih (ISK).

Infeksi saluran kemih merupakan infeksi pada bagian manapun dari saluran kemih yang terdiri dari ginjal, ureter, kandung kemih dan saluran kemih (uretra). Infeksi terjadi ketika bakteri, virus, atau jamur masuk dalam jumlah cukup banyak ke saluran kemih dan tidak dapat dilawan oleh sistem imun.

Meski kasus ISK sebagian besar disebabkan oleh bakteri, beberapa jenis virus juga dapat mengakibatkan infeksi saluran kemih. Bakteri utama penyebab ISK adalah bakteri Escherichia coli (E. coli), yang banyak terdapat pada tinja manusia dan biasa hidup di usus besar. Kemudian,Proteus sp., Klebsiella sp., Enterobacter sp., dan Pseudomonas sp. Ada pun penyebab ISK non-bakterial biasanya adalah adenovirus dan jamur Candida sp.

Akibat berkemih ditahan

Pada saat-saat tertentu, kadang kita harus menahan berkemih. Sebaiknya, hal itu tidak dilakukan terus menerus, karena bisa menimbulkan dampak serius bagi kesehatan uretra dan ginjal.

Urin adalah cairan sisa yang diekskresi oleh ginjal, dan akan dikeluarkan oleh tubuh. Urin terdiri dari bahan terlarut berupa sisa metabolisme di tubuh seperti urea, garam terlarut dan bahan organik lain yang tidak diperlukan oleh tubuh.

Mereka yang memiliki masalah di kandung kemih, seperti pompa yang kurang baik atau isi kandung kemih sudah berlebih, urin yang keluar bisa tidak tuntas. “Sisa urin yang tertinggal di kandung kemih, bisa menyebabkan ISK," jelas Dr. dr. Nur Rasyid, SpU(K) dari ASRI Urology Center, Jakarta.

Normalnya, kandung kemih bisa menampung 300-400 cc urin. Saat berkemih, seharusnya urin di kandung kemih keluar semua atau bersisa maksimal 12 cc.

Saat seseorang  menahan berkemih, kandung kemih akan meregang, membuat pompa di kandung kemih tidak berfungsi dengan baik saat berkemih. Akibatnya, meski baru selesai berkemih tak lama kemudian timbul kembali rasa ingin berkemih.

Hubungan intim dan ISK

Infeksi saluran kemih lebih sering ditemukan pada bayi atau anak kecil, dibanding orang dewasa.  Pada bayi sampai umur tiga bulan, ISK lebih sering pada pria, tetapi selanjutnya lebih sering terjadi pada wanita.

Wanita cenderung lebih mudah terkena ISK. Itu karena kuman dapat menjangkau kandung kemih lebih mudah pada wanita ketimbang pada pria. Muara uretra wanita letaknya berada di depan vagina, dan berdekatan dengan anus. Selain itu, panjang uretra wanita lebih pendek (sekitar 3 – 5 cm) dibanding uretra pada pria.

Hubungan intim juga isa menjadi penyebab ISK pada wanita, karena kuman dapat terdorong masuk ke uretra. Pemakaian alat diafragma (kondom wanita) bisa ikut berperan timbulnya infeksi, karena diafragma mendorong uretra secara berlawanan dan membuat uretra lebih sulit untuk mengosongkan kandung kemih dengan sempurna. Urin yang masih tersisa di kandung kemih, bisa menjadi tempat tumbuh dan berkembangnya kuman penyebab infeksi.

Tidak berkemih sebelum melakukan hubungan intim, juga berperan terhadap kejadian ISK. Hal itu menyebabkan uretra penuh. Uretra yang pendek, jika terkena gesekan saat berhubungan intim, menyebabkan kuman terdorong masuk ke uretra dan mengakibatkan ISK.

Posisi berjongkok saat wanita berkemih di lantai kamar mandi atau kloset yang tidak bersih, juga bisa mengakibatkan percikan balik ke vagina saat cebok. Padahal, di lantai kamar mandi atau WC banyak terdapat kuman. Begitu pula dengan cara cebok yang salah, yaitu dari belakang ke depan. Cara cebok seperti ini, bisa menarik kotoran ke vagina atau uretra.

Pada wanita hamil, infeksi saluran kemih bisa lebih sering terjadi karena ada perubahan hormonal dan perubahan posisi saluran kencing.

Gejala

Sensasi terbakar pada kandung kemih saat berkemih, merupakan hal yang paling sering dirasakan oleh penderita ISK. Tanda-tanda kemuingkinan lain dari ISK, seperti anyang-anyangan, urin keruh, berbau atau berdarah, mual, nyeri punggung belakang, nyeri saat berhubungan intim, diare dan demam.

Pada wanita, biasanya juga terasa sakit di daerah tulang kemaluan. Sedikit berbeda jika infeksi sudah mencapai ginjal atau saluran yang menghubungkan ginjal dan ureter. Umumnya, penderita akan merasakan sakit di pinggang belakang dan demam. Kondisi penderita pun biasanya menjadi sangat lemah.

Jika terjadi gejala seperti tersebut di atas, ditambah lagi jika berdasarkan pemeriksaan dokter dan hasil laboratorium pada urin ditemukan kadar leukosit yang tinggi di dalam urin melebihi batas normal 4.1-10.9 dengan satuan 109/L, perlu berhati-hati. “Hal itu menandakan adanya infeksi dan harus segera diatasi,” ujar dr. Nur Rasyid. (puj)