3 Manfaat Rumput Laut Bagi Tubuh | OTC Digest

3 Manfaat Rumput Laut Bagi Tubuh

Kamu pecinta rumput laut? Nori maupun rumput laut yang masih fresh? Nah sekarang kamu harus tahu manfaat yang dihasilkan dari si rumput laut bagi kesehatan tubuh.

Rumput laut termasuk salah satu makanan tertua di dunia. Masyarakat Aztec kuno di abad ke 14 telah menyantap rumput laut biru dan hijau. Riset modern menemukan bahwa rumput laut memiliki kandungan vitamin, mineral, protein dan antioksidan yang tinggi. Berikut ini beberapa manfaat rumput laut bagi kesehatan:

 

Menenangkan dan melembabkan kulit

Rumput laut mengandung zat yang bersifat anti-inflammatory (antiperadangan) alami yang dapat menenangkan kulit dalam jenis apapun. Dalam skincare dengan bahan dasar rumput laut dapat digunakan untuk berbagai jenis kulit, bahkan yang sensitif dan mudah kemerahan sekalipun.

Sementara itu kandungan air dalam rumput laut dapat memberikan kelembapan ekstra untuk kulit yang dehidrasi dan cenderung kering.

Dalam rumput laut terkandung asam lemak omega-3, asam amino, vitamin A, B, C, dan E. Dan perlu Anda ketahui hampir semua merk perawatan kulit punya lini tersendiri yang fokus akan penggunaan rumput laut sebagai komposisi utamanya.

 

Menurunkan berat badan

Rumput laut, khususnya yang berwarna cokelat mengandung fucoxanthin, ini adalah salah satu karetonoid (pembentuk pigmen warna) yang berperan meningkatkan pembakaran lemak; lewat mekanisme termogenin. Studi di Rusia  pada 151 wanita obesitas (premenopause – non diabetes) yang mendapatkan suplemen 2,4 mg ekstrak fucoxanthin terjadi penurunan berat badan signifikan dibanding kelompok plasebo.

Terjadi penurunan berat sekitar 14,5 pound dalam 16 minggu. Selain itu juga terjadi perbaikan marker kesehatan seperti penurunan tekanan darah, triglesirida dan lemak di hati.

 

Menjaga jantung

Pada Journal of Medicinal Food 2013 terkonfirmasi jika rumput laut biru-hijau (blue-green algae / BGA) dapat menurunkan risiko penyakit kardio vaskular dan perlemakan hati (fatty liver). BGA antara lain diketahui mengandung asam amino, serat, kalsium, fosfor, zat besi, beta karoten dan klorofil.

Baik pada tingkat seluler, percobaan pada hewan dan manusia didapati bahwa BGA efektif meningkatkan profil lemak darah; mencegah peradangan dan stres oksidasi yang menjadi penyebab aterosklerosis (pengerasan pembuluh/penyempitan darah jantung).

Riset yang dilakukan oleh Chai Siah Ku, dkk., ini membuktikan BGA juga menghambat penyerapan kolesterol oleh hati, menurunkan kadar total kolesterol dan trigleserida.  (muthik – jie)